Serangan Siber Ancam Dunia, Malware Wanna Cry Berimbas ke Indonesia

0
Serangan Siber Ancam Dunia, Malware Wanna Cry Berimbas ke Indonesia

Supernews.id, Bandung – Akhir-akhir ini dunia tengah dihebohkan oleh ancaman serangan siber yang digaungkan kalangan peretas, hal tersebut juga ternyata berimbas ke Indonesia. Insiden ini kebanyakan yang kena serangan adalah institusi kesehatan seperti rumah sakit.

Menanggapi kejadian yang sangat meresahkan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menegaskan, bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Ini skalanya, bukan ulah hacker lagi. Tindakan ini sudah masuk dalam kategori aksi terorisme. Kalau hacker-nya punya etika, makan Ia tidak pernah menyerang rumah sakit,” kata Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan seperti dilansir liputan6.com, Sabtu (13/5/2017).

Semmy sapaan akrab Semuel Abrijani  menambahkan, pihaknya tengah menindaklanjuti insiden tersebut dengan melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait. “Kami sedang bekerja, kami usahakan agar serangan siber ini tidak merugikan pihak lain juga,” tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah ahli keamanan siber sudah berhasil mengidentifikasi bahwa serangan tersebut merupakan malware Wanna Cry, sejenis virus baru. Selain Indonesia, serangan siber ini juga telah menyebar keberbagai negara lainnya seprti Inggris, Spanyol, Rusia, Taiwan, Perancis, Jepang, dan masih banyak banyak lagi.

Sekadar informasi, malware yang satu ini memanfaatkan kelemahan yang ada pada Windows yang dikenal sebagai EternalBlue. Sebelumnya, kelemahan tersebut telah dibocorkan oleh kelompok yang bernama Shadow Brokers.

Lewat aksinya bulan lalu, kelompok ini telah mengunggah beberapa alat peretasan yang diduga milik NSA (National Security Agency).

Menurut laporan yang masuk, insiden serangan siber ini berawal dari rumah sakit National Health Service dan keberbagai fasilitas di seluruh Inggris, yang mengalami kegagalan sistem dan beberapa mesin terkunci.

Serangan tersebut  menampilkan sebuah pesan pada layar yang meminta tebusan bitcoin setara dengan US$ 300 atau sekitar Rp 4 juta. Malware yang serupa ini juga telah menyerang beberapa perusahaan di Spanyol, seperti Telefonica, Gas Natural, dan Iberdrola.

loading...