Aliansi Mahasiswa UPRI Makassar Gelar Unjuk Rasa, Suasana Kian Memanas

0
Aliansi Mahasiswa UPRI Makassar Gelar Unjuk Rasa, Suasana Kian Memanas

Supernews.id, Makassar – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar Bersatu, menggelar unjuk rasa di depan rektorat UPRI, Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa (16/5/2017).

Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi, Senin (15/5/2017), yang menuntut agar lahan kampus tidak menjadi milik pribadi, tapi milik UVRI yang kini menjadi UPRI Makassar.

Karena tidak ada respon dari rektor dan jajaranya, para demonstrasi ini nekat menerobos security dan masuk kedalam ruangan rektorat. Mereka menduduki ruangan rektorat selama 3 jam sembari melakukan orasi, hal tersebut membuat suasana memanas.

Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan dengan tegas, “bahwa kami mahasiswa UPRI Makassar menolak Pengklaiman tanah kampus secara pribadi”.

Senada dengan yang disampaikan oleh salah satu pendiri kampus UPRI Makassar saat ditemui di ruangan rektorat tadi siang, Drs Patri Abdullah mengatakan, tanah kampus ini bukan milik pribadi tapi milik UPRI Makassar.

Selain itu, mahasiswa juga mengecam tindakan rektor yang melantik secara sepihak pejabat struktural fakultas Teknik tanpa melalui aturan main yang ada di fakultas teknik. Mahasiswa juga mengecam rektor agar mundur dari jabatannya karena di anggap mandul.

“Dalam menjalankan jabatannya sebagai rektor selama kurang lebih 5 (lima) Tahun, tidak ada pembangunan signifikan yang bisa di jadikan bukti bahwa rektor bekerja dalam hal peningkatan proses Akademik,” kata Koordinator Aksi, Muh Talib.

Atas pertimbangan tersebut, mahasiswa menuntut kopertis wilayah IX karena telah merekomendasikan dan memasukkan Rektor yang dinilai tidak becus dalam pengurusan kampus. Ia menduga Rektor hanya menjadikan kampus UPRI Makassar sebagai Bank Berjalan atau Boneka pencari uang.

“Kelayakannya sebagai rektor UPRI Makassar di pertanyakan, jika mengacu pada Status UPRI Makassar bahwa rektor saat ini tidak pernah mengabdi dikampus sebelum menjabat sebagai Rektor. Dan rektor saat ini juga tidak berhombes di kampus UPRI Makassar,” Ungkap Muh Talib.

Aliansi Mahasiswa ini pun mendesak yayasan yang berkantor di Jl Bawakaraeng, Makassar, agar segera angkat kaki dari area kampus. Karena hal itu dianggap menganggu proses Akademik dan menginterpensi sebagian fakultas.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini yayasan tersebut belum mendapatkan kepastian hukum, siapa yang layak berkantor dan memiliki Hak tanah Bawakaraeng_ Antang Makassar.

loading...