Keluarga Besar HMI Prihatin Terhadap Teror Bom Kampung Melayu

0
Keluarga Besar HMI Prihatin Terhadap Teror Bom Kampung Melayu
Koordinator Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (MPK PB HMI), Mustahuddin.

Supernews.id, Jakarta – Kekuarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sangat menyayangkan tragedi bom bunuh diri yang terjadi di kampung melayu, kamis (25/05/2017).

Koordinator MPK PB HMI Mustahuddin menganggap bahwa Peristiwa ledakan BOM di Halte Busway Kampung Melayu sungguh sebuah tragedi yang tidak bisa di maafkan, aksi keji pembunuhan dan teror diruang publik ini harus diusut tuntas, tidak saja sekedar merusak iklim kehidupan masyarakat tapi juga sudah merusak sendi kehidupan ekonomi politik.

“Teror Bom ini harus dlihat bukan “kecelakaan” namun melihat aksi yang jelas2 dilakukan diruang terbuka maka patut diindikasikan ini adalah teror yang memang disetting untuk mengguncang harmoni kehidupan bangsa yang selama ini berjalan dengan damai, merusak iklim pembangunan ekonomi yang dibangun oleh pemerintah, sungguh sangat disayangkan beberapa hari yang lalu Peringkat Investasi Indonesia yang mendapatkan penilaian positif Invesment Grade dari Standard and Poor’s (S&P),” ungkap Mustahuddin.

Baca juga: Bom Kampung Melayu Terindikasi Bagian Dari Settingan, Benarkah?

Mustahuddin yang juga merupakan Wakil Ketua DPP KNPI mengatakan bahwa Kebiadaban ini harus dilawan, semua upaya teror dan gerakan merusak keharmonisan bangsa mesti diusut tuntas.

Dia pu berharap upaya maksimal dari pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kelompok pelaku teror ini, iklim investasi yang positif harus dijaga, tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah tapi semua komponen masyarakat, perilaku anti ketuhanan dan kemanusiaan ini, harus kita lawan berjamaah.

“Kami keluarga besar HMI menyampaikan duka belasungkawa dan empati pada korban, dan meminta semua pihak menahan diri untuk tidak berspekulasi menuduh kelompok2 tertentu, sampai akhirnya kepolisian merilis resmi hasil investigasi lapangan, mari kita dukung dan hormati kinerja Kapolri beserta jajarannya mengusut tuntas kasus ini,” tutup Mustahuddin.

loading...