Setelah Menghilang Selama 30 Tahun, Rupanya Ini Alasan Ayah Yana Zein Muncul Saat Kematiannya

0

Supernews.id – Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Yana Zein telah meninggal dengan dimakamkan mengikuti proses pemakaman Islam sesuai perintah dan keinginan sang ayah. Ya, pada kematian anaknya, Nurzaman yang mengaku ayah kandung dari Yana Zein datang secara tiba-tiba.

Rupanya berdasarkan informasi yang didapat dari sang ibu Yana mengungkapkan apabila Nurzaman merupakan ayah Yana yang telah meninggalkannya selama tiga puluh tahun. Tidak pernah datang dan menafkahi Yana, lantas ayah ini datang ketika kematian sang anak.

Nurzaman kemudian ngotot dan bersikeras ingin anaknya dimakamkan mengikuti proses agama Islam, setelah sebelumnya sudah dibersihkan dan diletakkan di peti mati sesuai prosesi pemakaman kristiani.

Swetlana Zein sempat tak terima perlakuan sang mantan suami yang tiba-tiba datang dan mengganti prosesi pemakaman anak mereka. Sempat terjadi perdebatan yang begitu panjang, namun kemudian disepakati Yana Zein dimakamkan secara Islam.

Kehadiran ayah Yana Zein secara dadakan dan tiba-tiba ini tentu saja menimbulkan tanda tanya untuk para netizen dan khususnya para sanak keluarga serta kerabat Yana. Swetlana pun mengaku kecewa, karena setelah bercerai sejak 30 tahun lalu, Nurzaman tidak pernah muncul apalagi mengunjungi anak cucunya bahkan ketika Yana sedang berbaring sakit kanker.

“Saya kecewa itu bapaknya datang terus bikin gaduh padahal anaknya sakit dia tidak pernah jengukin. Nggak pernah. Motivasinya apa sebenarnya bapaknya. Motivasinya nggak jelas. Ke sini datang motivasinya apa?” ungkap Swetlana.

“Sedih, sedih saja. Sedih saya. Sedihnya sudah anak dia tinggalkan, dia nggak kasih nafkah, dia juga nggak peduli anak tiga tahun sakit. Kita sedih kita merasa sakit. Tapi pas ini kok dia hadir kok bikin malu. Itu saja,” lanjut Swetlana.

Dalam hal ini, Swetlana mengaku sedih mengapa tiba-tiba Nurzaman datang setelah menghilang tiga puluh tahun lamanya.

“Tentunya ya selama 30 tahun saya yang biayai. Saya urus Yana, papanya (bapak Yana) tinggalin anak-anaknya, Yana masih kelas 1 SMP, adiknya kelas SD. Jadi setelah itu saya nggak pernah lihat mukanya lagi, nggak pernah berikan nafkah, terima bantuan. Saya seorang pendidikan. Saya selesai kuliah jadi saya bisa kerja. Saya kerja karena itu saya bisa biayai anak-anak saya waktu kecil,” katanya.

Sementara dari pihak Nurzaman pun mengungkapkan hal yang berbeda. Menurut Nurzaman, dirinya berusaha untuk menemui Yana ketika di rumah sakit, akan tetapi Yana harus pergi ke Cina untuk menjalani pengobatan.

Pernyataan berbeda justru didapat dari bapak paruh baya ini yang mengaku sudah berusaha membantu dan menemui Yana ketika sakit.

“Saya muncul karena beliau meninggal, nggak ada maksud apa-apa. Kalau saya tidak datang kan nggak mungkin. Saya (tinggal) di Sumatera. Tanggal 30 (Jamuari) ada sumbangan dari saudara-saya di Pekanbaru berupa uang, saya kasih Yana tapi Yana sudah ke China, saya kirim ke rekening Yana. Saya pun tanggal 30 Januari itu paginya Yana berangkat ke Cina, siangnya saya datang ke rumah sakit. Baru beberapa hari yang lalu dia wawancara di bandara, itu baru saya tahu dia sudah pulang,” ungkap Nurzaman menceritakan.

loading...