Jeremy Thomas Siapkan Berkas Untuk Melaporkan Oknum Polisi Yang Menganiaya Axel Matthew Thomas Anaknya

1

Supernews.id – Orang tua mana yang terima jika anaknya dianiaya atas alasan apapun sekalipun ia bersalah, apalagi sang anak ternyata tidak bersalah. Nah hal itulah yang dialami oleh Jeremy Thomas, pria 45 tahun tersebut tidak terima atas penganiayaan yang dilakukan oleh delapan oknum polisi hingga melaporkannya ke Bareskrim Polri.

Artis sinetron ini melayangkan laporan ke Bareskrim Polri atas dugaan telah terjadi penganiayaan terhadap Axel Matthew Thomas, yang kini masih menginjak usia 19 tahun di sebuah hotel.

Namun Jeremy sempat menunda laporan tersebut lantaran berkas yang ia ajukan belum lengkap sehingga harus menyempurnakannya untuk tindakan selanjutnya.

Baca Juga: Dianiaya Oleh Polisi, Anak Jeremy Thomas Dicurigai Bawa Narkoba

“Jadi, kami putuskan untuk mengumpulkan dulu berkasnya, karena masih ada berkas-berkas dari rumah sakit yang (diperlukan untuk) memberi keterangan di luar hasil visum,” kata Jeremy yang saat itu berada di Bareskrim Polri pada hari Senin, 17 Juli 2017 kemarin bersama tim kuasa hukumnya.

Lepas dari itu, Jeremy mengungkapkan bahwa pihaknya telah memperbincangkan hal ini kepada salah satu penyidik analis. Dari situlah kemudian Jeremy mendapatkan penjelasan apabila untuk dapat memenui laporan itu, mereka harus bisa memberikan bukti pendukung berupa detil kesehatan Axcel secara terlampir.

“Visum sudah, tapi kan visum itu wewenang Polda Metro Jaya. Kalau yang untuk pelaporan ini harus ada surat keterangan bahwa benturan-benturan tersebut seperti apa, lukanya seperti apa, hasil MRI-nya seperti apa, dan itu kebetulan kami belum bawa. Makanya, begitu dirampungkan, baru bisa selesai semua,” ucap Jeremy.

Yanus Bagus selaku salah satu tim kuasa hukumnya juga menambahkan apabila penyidik saat ini sudah memberikan klarifikasi tentang pasal apa saja yang nantinya akan berkaitan dengan laporan kliennya itu.

“Pasal yang lebih akurat itu ada tiga pasal, yang menyangkut masalah penganiayaan, pengeroyokan, dan penyekapan. Tapi, masih ada data supaya untuk lebih akurat lagi. Supaya tidak bolak-balik, kami akan melengkapi terlebih dulu,” ungkap Yanuar.

loading...