Tottenham Hotspur Kalem di Bursa Transfer

0
tottenham hotspur
Dok: REUTERS/Mike Segar

Supernews.id – Tottenham Hotspur menjelma menjadi salah satu tim papan atas di Premier League selama beberapa tahun terakhir. Musim lalu saja, mereka berhasil menjadi runner-up untuk kedua kalinya secara beruntun. Namun pada jendela transfer awal musim ini, Spurs malah terlihat sangat pasif. Berbeda dengan para rivalnya, yang begitu getol membeli pemain baru, The Lilywhites tampak kalem.

Tottenham Hotspur telah melepas dua pemain mereka. Kyle Walker diboyong Manchester City dengan biaya 45 juta poundsterling dan Federico Fazio dipermanenkan AS Roma dengan biaya 2,75 poundsterling. Sebaliknya, tim bimbingan Mauricio Pochettino malah belum mendatangkan satupun pemain baru sejauh ini.

Kepindahan Fazio ke Roma memang dinilai tidak terlalu berpengaruh, karena pemain yang bersangkutan juga gagal bersinar bersama Spurs. Akan tetapi hengkangnya Walker ke tim rival jelas meninggalkan lubang di skuat garapan Pochettino. Sejauh ini, manajer asal Argentina itu telah menyiapkan Kieran Trippier untuk mengisi pos bek sayap kiri. Sementara di pos bek sayap kanan, Spurs biasanya memainkan Eric Dier.

Jika melihat aktivitas Tottenham Hotspur di bursa transfer kali ini, memang sangat kontras dengan beberapa tim rival. Bandingkan saja dengan tim asal London, Chelsea, yang sudah menggelontorkan dana nyaris 130 juta poundsterling untuk tiga pemain baru. Manchester City menjadi tim Inggris saat ini dengan menghabiskan dana 200 juta poundsterling untuk enam pemain baru.

Menanggapi berbagai pertanyaan dari publik, chairman Tottenham Hotspur Daniel Levy lalu menjelaskan kebijakan transfer timnya. Ia menyebutkan Spurs memiliki pendekatan tersendiri di jendela transfer kali ini. Baginya, jor-joran membeli pemain baru di bursa transfer hanyalah fenomena sesaat yang pada akhirnya harus membuat tim menyeimbangkan finansial mereka.

“Kami memiliki tugas untuk membawa tim ini dengan keputusan-keputusan yang tepat. Beberapa hal yang berlangsung pada saat ini tentu tidak mungkin untuk dilakukan secara terus-menerus,” kata Daniel Levy.

“Sebuah tim akan menggelontorkan dana sebesar 200 juta poundsterling, lebih dari yang didapat. Hingga akhirnya angka itu akan melampaui Anda dan aktivitas yang sama tidak bisa dilakukan secara berkelanjutan,” tandasnya.