Facebook Bantu Pemerintah Indonesia Tangkal Konten Negatif

0
facebook
Dok: soshable.com

Supernews.id – Konten-konten negatif belakangan ini makin banyak beredar di media sosial. Tak terkecuali pada platform media sosial terbesar di dunia, Facebook. Menanggapi situasi ini, pihak Facebook pun menyatakan komitmen mereka untuk terus memerangi peredaran segala konten negatif di platform media sosial mereka itu. Salah satunya adalah dengan filter konten berdasarkan pada wilayah pengguna.

Di Indonesia sendiri, pihak Facebook pun telah berkomitmen kepada pemerintah untuk membantu mengendalikan penyebaran konten negatif. Komitmen perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu diungkapkan oleh Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, setelah sebelumnya sempat melakukan pertemuan dengan tim Facebook.

“Untuk mengontrol penyebaran konten negatif di media sosial, saat ini mereka sudah memperkenalkan fitur baru. Dengan fitur tersebut, maka beberapa konten yang bertentangan dengan ketentuan di Indonesia tidak akan bisa tampil di sini,” kata Semuel.

Adapun fitur yang dimaksud adalah geo blocking, yang mana memang berguna untuk menghindari konten-konten yang tidak sesuai beredar di media sosial negara atau wilayah tertentu.

“Ada konten yang tidak di larang dari tempat asalnya, tapi di sini dilarang. Jadi hal seperti itu bisa dilakukan. Konten yang tidak diperbolehkan di Indonesia misal seperti pornografi. Konten seperti ini levelnya banyak, tapi di Indonesia semuanya di larang,” lanjutnya.

Dengan geo blocking, maka konten-konten yang dianggap tidak sesuai dengan kultur Indonesia dapat tersaring dan tidak muncul di beranda para pemilik Facebook di Tanah Air. Penjelasan sederhananya, fitur ini membaut sebuah konten di media sosial tidak bisa dibuka apabila konten tersebut melanggar aturan di negara pengaksesnya.

Bukan hanya soal pornografi, tapi fokus utama dari penggunaan fitur ini adalah supaya konten berbau terorisme juga tidak beredar bebas. “Kalau membicarakan soal terorisme, pastinya harus melibatkan pihak kepolisian dan BNPT. Lalu bersama Facebook, kami sudah punya SOP yang cukup jelas,” tandas pria yang akrab disapa Semmy.

Sebelum ‘menyentil’ Facebook untuk membatasi konten-konten berbahaya yang beredar di platform media sosial mereka, pemerintah Indonesia sudah melakukan tindak tegas pada aplikasi perpesanan instan Telegram. Pasalnya, Telegram selama ini dianggap sebagai media paling difavoritkan oleh para penyebar konten radikalisme.