Ternyata Tora Sudiro Idap Penyakit Syaraf Ini Bertahun Tahun

0

 

Supernews.Id – Selain mengaku susah tidur menjadi alasan Tora Sudiro mengonsumsi Dumolid, nyatanta terdapat alasan lain lebih kuat yang dimiliki oleh Tora Sudiro. Dimana sang pengacara Lydua Wingsonegoro mengungkapkan bahwa Tora telah menderaita penyakit syaraf selama bertahun – tahun.

“Dalam hal ini, saya sebagai kuasa hukum, mengajukan permohonan untuk dilakukan assessment. Karena Tora itu, tujuannya memiliki itu karena ada latar belakang. Latar belakangnya apa? Karena dia sakit kok, terus kemudian itu bukan untuk diperjualbelikan, karena ketidaktahuan aja. Jadi kita mengajukan karena memang Tora sakit,” ujar Lydia di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/8/2017).

Lydia juga mengatakan bahwa penyakit Tora Sudiro yang susah tidur kembali kambung ketika ditahan di Polres Jakarta Selatan. Selain itu hal positif yang diterima oleh Tora adalah banyak sekali orang yang mengunjunginya untuk memberikan semangat pada dirinya ketika ditahan.

“Ya kan orangnya gitu, becanda terus. Siapapun yang datang, ‘hai bro gimana film lo’. Selalu bicarakan orang, nggak pernah bicarakan dirinya sendiri. Tidur-tidur ayam, bangun lagi. Ya kan nggak dikasih obat, handphone nggak ada, baju yang melekat aja sama,” katanya.

Suami dari Mieke Amalia tersebut diketahui menderita penyakitt syndrome tourette, dimana ketika dalam kondisi cemas tangan dan kepalanya akan goyang – goyang sendiri. Penyakit ini telah ia derita selama dua tahun lamanya.

“Dia kena penyakit syndrome tourette, suka goyang-goyang gitu kan palanya. Itu udah 2 tahun dia (sakit). Kalau dia cemas atau apa, gitu goyang-goyang, tangannya gini-gini dia, sama kepala. Dia sudah berobat, pasti ada obat-obatan yang dr dokter, cuma ke sininya udah deh beli yang sembarang karena nggak bisa tidur juga. 30 (butir) itu stok dipakai sendiri,” lanjut dia.

Terkait penyakit yang diderita oleh clienntya tersebut, Lydya mengatakan bahwa seharusnya perawatan yang diberikan stabi terus menerus dan tak bisa berhentu. Dia mengungkapkan bahwa penyakit saraf tersebut telah diderita oleh Tora Sudiro selama bertahun – tahun.

“Itu orang sakit saraf bukan satu dua tahun, tapi berpuluh-puluh tahun. Tapi itu bukan sesuatu yang pilek, batuk, kasih obat selesai. Di Polres Metro Jakarta Selatan membuat surat perintah pengalihan penahanan. Surat tadi ditandatangani, suratnya itu: Surat Perintah Pengalihan Penahanan berdasarkan hasil pemeriksaan Tora Danang Sudiro. Mengalihkan penahanan tersangka dari rumah tahanan Polres Jakarta Selatan ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta Jalan Tembak no 75, Cibubur. Sejak tanggal 7 Agustus sampai mengikuti proses hukum pada tingkat penyidikan,” imbuhnya seraya membaca surat dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Lydia mengatakan bhwa Tora adalah tahanan tetap yang masih dalam pengawas Polres Jakarta Selatan. Ia menilai bahwa seharusnya Tora dipindahkan ke tempat perawatan yang semestinya. “Ngapain sih dikurung di atas? Satu, dia tambah sakit, ini kan pengobatan kita masih terima, maklumi. Karena kan kita ikuti saja, kita nggak mempersulit. Hari ini dilakukan tadi kan tanggal 7, ini pengobatan lanjutan, rehab kan namanya memperbaiki. Sehingga dia normal diputuskan dari ketergantungan itu,” jelasnya.

 

loading...