Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan XI Gelar Penyuluhan Pertanian

0
Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan XI Gelar Penyuluhan Pertanian
Mahasiswa KKN Unismuh Angkatan XI Gelar Penyuluhan Pertanian

Supernews.id, Makassar – Mahasiswa KKN Unismuh angkatan XI menggelar penyuluhan pertanian sekaligus cara pembutan pupuk kompos (bokasi) di Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Sabtu (30/9/2017) kemarin.

Turut hadir dalam acara tersebut salah satu Dosen Unismuh Makassar, Andi Amran Asriadi yang diundang sebagai pemateri.

Padatnya penduduk dan aktivitas bisnis di perkotaan ataupun di desa akan selalu dibarengi dengan munculnya sampah. Baik itu berupa sampah organik dari sisa-sisa makanan, maupun sampah non organik seperti halnya plastik pembungkus makanan.

Meski sampah sering menjadi masalah, namun tak dapat dipungkiri bahwa adanya sampah dapat dijadikan sebagai tanda-tanda kehidupan dan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Dalam pemaparannya Andi Amran Asriadi ini menjelaskan bagaimana mengelolah sampah menjadi pupuk kompos.

“Pengolahan sampah secara sederhana bisa dimulai dari mengumpulkan sampah, memilah sampah, mencacah sampah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Sampai pada proses pembusukan secara aktif maupun pasif, hingga menjadikannya berubah dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Lanjutnya, Sampah organik dari sisa makanan, kotoran ternak, dedaunan dan rumput, dapat diproses untuk menjadi pupuk kompos. Gas yang dihasilkan dari dalam sampah juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Penelitian menyebutkan, bila dalam satu rumah tangga memelihara dua ekor sapi, maka biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi itu cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk memasak selama satu bulan.

Abd Kadir yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani di Desa Kading mengatakan, penyuluhan ini sangat berguna bagi para petani. Khususnya yang ada di Desa ini karena bisa mempelajari proses pembuatan pupuk kompos.

“Sumber daya manusia yang terampil dalam mengelola sampah di lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan sebuah daerah yang bersih dan sejahterah,” ungkapnya.

loading...