BPC Hipmi Makassar: Pesta Politik 2019 tidak akan Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0

Supernews.id, Makassar – Ketua Bidang SDA, Energi Mineral Dan Lingkungan Hidup Bpc Hipmi Makassar,Jaluh Ramjani ,menegaskan bahwa 2019 yang merupakan tahun politik menjadi peluang cukup besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pasalnya pada tahun-tahun politik seperti itu akan ada kecenderungan peningkatan konsumsi, baik rumah tangga atau non-rumah tangga.

Menurut Jaluh, berkaca dari pengalaman saat pemilu legislatif dan presiden 2014 serta beberapa pilkada beberapa waktu lalu, terjadi peningkatan konsumsi rumah tangga dan non-rumah tangga.
Walau untuk peningkatan konsumsi rumah tangga tidak terkait langsung, namun pada saat itu terjadi lonjakan pertumbuhan.

“Pertumbuhan konsumsi non-rumah tangga di atas 20 persen untuk beli banner, stiker, kaos, iklan televisi dan lainnya untuk kampanye, sementara konsumsi rumah tangga saat itu di atas PDB, memang tidak bisa dikaitkan langsung dengan pemilu (konsumsi rumah tangga),” kata Jaluh Ramjani, Makassar (9/6).

Meski begitu, diakui Jaluh, pada saat itu investasi swasta akan mengalami sedikit perlambatan. Hal itu karena pelaku usaha, khususnya untuk sektor besar masih harus menunggu kepastian dari siapa yang menjadi pemimpin baik di tingkat daerah atau pusat pada 2019.

“Memang investasi swasta melambat, mereka masih wait and see, politik Indonesia masih bercampur, makanya mereka hati-hati dalam berbisnis, kita harap mudah-mudahan berbeda di 2019 nanti,” ungkapnya.

Walau sektor swasta mengalami perlambatan, namun dari pemerintah justru meningkat, khususnya untuk beberapa lembaga yang berkaitan langsung dengan kegiatan politik.

Hal inilah, Kata Jaluh yang menjadi dasar bahwa pertumbuhan ekonomi tahun depan tidak akan terlalu terganggu kegiatan politik.

“Pada saat itu anggaran dari pemerintah akan naik seperti KPU (Komisi Pemilihan Umum), pemda, Polri untuk mengamankan kegiatan pemilu,”Ucap dia.

Pengusaha Muda Asal Makassar, Jaluh Ramjani, ini juga sangat optimistis pada 2019 tidak akan berdampak terhadap anjloknya ekonomi nasional. Dia berharap semua pihak dapat menjaga stabilitas, khususnya suhu politik.

“Selama ada jarak yang wajar antara politik dan ekonomi, sikap wait and see akan lebih kecil, sehingga target pertumbuhan dapat tercapai,” tutur Jaluh. (*)

loading...