Pasien Adalah Keluarga Tak Sedarah

0

Supernews.id, Palu – Bagi mahasiswa semester 2 kampus Akbid Graha Ananda ini, pasien bukan sekedar mereka yang membutuhkan pertolongan dan perawatan tetapi pasien adalah keluarga yang tidak sedarah yang mesti diberikan pelayanan terbaik.

Dinah Khairunnisa Lidjali adalah salah satu mahasiswa semester dua yang sementara menggeluti profesinya sebagai mahasiswa kebidanan di kampus Akbid Graha Ananda memiliki prinsip bahwa pasien adalah keluarga yang mesti mendapatkan pelayanan terbaik.

Baginya pasien bukanlah sekedar orang lain yg hanya ingin berobat untuk menyembuhkan penyakitnya, tetapi pasien adalah keluarga walaupun tidak sedarah.

“Cara yg baik menangani pasien tentunya pertama harus seyum sapa dan salam karna itu yg diajarkan dari kampus dan keluarga. Selain itu seorang perawat atau bidan tidak diperkenankan untuk tidak memilih atau memilah pasien atau memandang dari status dan materi,” ungkapnya melalui via Whats app, Rabu (11/07/2018).

Mahasiswa yang akrab disapa Dinah ini menuturkan bahwa pasien mesti diberikan kasih sayang dan kenyamanan agar mereka merasa diperhatikan. Untuk itulah tindakan kita selaku bidan atau perawat mulai dari tindakan dengan pasien kita harus hati – hari dan kalau bisa memulai tindakan harus dengan ketulusan dan kasih sayang juga agar pasien merasa nyaman dan senang.

“Alhamdulillah selama saya praktek saya bisa dekat dengan pasien – pasien saya dan itu memberikan semangat dalam menjalankan tugas,” tuturnya.

“Intinya siap ada untuk pasien sebelum pasien membutuhkan kita jangan sampai pasien merasa kita abaikan. Mari hadirkan kebahagiaan untuk pasien saat bersama kita, kalau perlu beri pasien semangat dan support agar cepat sembuh dan beri pasien rasa simpati sebagimana apa yang pasien rasa kita rasakan agar tumbuhlah dalam hati rasa tulus untuk pasien. Selain itu, berikan kekuatan pada pasien lewat ucapan yang baik dan tentunya doa untuk kesembuhan mereka,” lanjutnya.

Dinah yang baru saja menyelesaikan prakteknya di RS Wirabuana mengungkapkan bahwa apa yang dia lakukan adalah proses untuk menjadi bidan yanf profesional yang dapat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Selain itu, dia juga bercita cita membahagiakan kedua orang tuanya yang telah bersusah payah menyekolahkan dirinya hingga dapat mengenyam pendidikan di tingkat perkuliahan.

“Saya tidak mau sia siakan semua perjuangan orang tua saya. Intinya jika saya menjadi bidan saya ingin menolong dan membantu pasien dengan ikhlas dan tulus tanpa meminta sesuatu dari pasien. Saya ingin membantu pasien yang kurang mampu karena zaman sekarang semua diandalkan dengan uang saya tidak mau menjadi seperti itu. Intinya KESEMBUHAN, KESELAMATAN, KESEHATAN pasien yg paling utama dan merupakan kebanggan saya pribadi,” tutupnya.

loading...