Ketum PB HMI Ingatkan Oknum KAHMI Jangan Catut Nama HMI

0

Jakarta, Supernews.id-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menanggapi terkait rencana deklarasi calon presiden Anis Baswedan yang diusung oleh Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI).

Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad menyatakan, bahwa secara institusi HMI tidak terlibat dalam politik praktis.

“Apabila ingin mendukung calon presiden di tahun 2019 ya silahkan, tetapi jangan mengatasnamakan HMI. Apalagi dengan menyebut jumlah kader HMI sebanyak 500.000 yang akan memilih Anies Baswedan, itu namanya klaim,” ujar Saddam melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu(11/07/2018).

Ia juga mengklarifikasi terkait pesan yang beredar di media sosial dan group whatsapp alumni. Bahwa itu adalah sikap politik individu KAHMI.

“Undangan yang beredar di pesan whatsapp alumni dan group kader merupakan suatu bentuk pengkalaiman sepihak oleh oknum KAHMI. Sebab, HMI secara institusi tidak akan terlibat dalam agenda deklarasi. Justru pesan tersebut telah menciptakan kegaduhan diinternal HMI,” tegas pria asal Lampung ini.

Saddam menambahkan, anggota HMI secara individu maupun organisasi memiliki pedoman khusus tentang pola dan tindak tanduk kadernya yang termaktub dalam tafsir Independensi etis dan organisatoris.

“Jika ada pengurus KAHMI mengajak anggota HMI untuk deklarasi mendukung Anis Baswedan, itu artinya yang bersangkutan tidak memahami makna Independensi etis dan organisatoris. Bisa dipastikan oknum tersebut tidak tuntas ber-HMI,” tutupnya.

loading...