Tambang Emas di Latimojong Luwu Sebagai Ancaman Kerusakan Lingkungan

0

Supernews.id, Luwu – Kabupaten luwu dikenal sebagai daerah pertanian yang subur, mayoritas masyarakat nya dari kalangan Petani. Tapi kini pemerintah seperti nya lebih fokus mengarahkan industri pertambangan pertambangan masuk di Sulsel, ini justru sangat kontradiksi dengan program Go Green yang pernah di gencar didiskusikan oleh pemerintah sampai saat ini.

Kehadiran tambang emas PT. Masmindo Dwi Area (PT. MDA) di kecamatan Latimojong kabupaten Luwu, sebagai ancaman kerusakan lingkungan hidup, apa lagi daerah yang eksploitasi berada di dataran gunung, secara otomatis dampak eksploitasi nya akan merembes kebeberapa daerah aliran sungai (DAS) dan luas lokasi yang di ekploitasi boleh dikata cukup luas, mencapai sekitar puluhan ribu hektar dalam kontrak karya nya.

PEMPROV Sulsel, PEMDA kabupaten luwu terkait, seharus nya menolak kehadiran tambang di kabupaten dengan tidak serta merta menerbitkan ijin mengenai pertambangan emas dengan alasan ancaman kerusakan lingkungan hidup di kecematan Latimojong, desa Rante balla.

Belum lagi harus jelas jalanan khusus tambang yang akan di lalui dump truck pengankut ore material tambang PT. MDA, yang tidak boleh dilalui jalanan umum masyarakat.

Kami juga masih mempertanyakan bagaimana dengan status lahan yang akan di eksploitasi PT. MDA, karena lahan nya begitu luas, kemunkinan ada lahan pertanian yang masuk dalam lokasi kontrak karya PT. MDA semoga saja juga tidak masuk kawasan hutan lindung.ujar jefriadi; ketua LPLHIPI

Jadi Kami dari Lembaga Pengawasan Lingkungan Hidup, Industri, Pertambangan Indonesia (LPLHIPI) akan melakukan pengkajian lebih mendalam lagi berdasarkan Undang – undang dan Good Mining Praktice tentang kehadiran tambang Emas di kabupaten Luwu untuk menghindari terjadi nya kutukan Sumber Daya Alam, selamatkan bumi Indonesia. Ujar Musriadi; DPO, LPLHIPI. (*)

loading...