Jenderal Bintang Dua Kampanyekan Melawan Invasi Cina

1
Jendral Bintang Dua Kampanyekan Lawan Invasi Cina
Jendral Bintang Dua Kampanyekan Lawan Invasi Cina

Supernews.id – Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Burhanuddin Andi kampayekan perlawanan invasi cina  dihadapan ratusan mahasiwa Universitas Muhammadiyah Makassar, (Unismuh Makassar), yang tengah mengadakan diskusi tematik dengan tema “Kristalisasi Kearifan Lokal dalam Memperkuat Integrasi Kebangsaan” di bilangan Cafe Jl. Sultan Alauddin, jumat, (23/12)

Koordinator Staf Ahli Kapolri Inspektur Jenderal Polisi (Irjenpol) Burhanuddin Andi sekaligus kandidat Gubernur Sulawesi-selatan menilai gerakan penolakan invasi cina ke Indonesia harus dilawan, bahkan ia menyatakan jangan takut dengan makar, hal tersebut ia ungkapkan dengan dasar bahwa yang bisa melakukan makar hanyalah angkatan bersenjata, bukan yang dimaksud oleh Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (UU ITE)

“Makar adalah yang miliki adalah yang memiliki sejata, dan yang terjadi aksi besar-besaran (212) kemarin itu bukan makar, hanya baru ngajak, bukan seperti yang dimaksud UU ITE tentang penyebaran kebencian, bukan polisi yang buat, tapi DPR ” ujarnya

Senada Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi-Selatan, Rian latif mengungkapan Indonesia tengah dalam pendudukan tentara cina

“Jumlah TNI dan Polri dengan jumlah 420 ribuan lebih, sedangkan buruh cina masuk 1 juta lebih sudah melampaui kekuatan militer TNI sendiri, dimana buruh cina yang masuk adalah merupakan militer, dan ini memang ada pembiaran ditandai kerja sama cina dan indonesia dalam bentuk investasi padahal itu invasi” terangya

Hal yang sama, Dr. Sabri, AR salah satu akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menyesalkan tindakan pemerintah mendatangkan bangsa Cina ke Indoensia

“Kearifan lokal gulaian tau pada bugis makassar, yang diibaratkan perbedaan logam emas dan mana logam biasa, hal itu melaui proses pembakaran dengan cinta untuk menundukan ego manusia, dan dalam konteks ruang kebangsaan (teats) harus mendorong kesadaran bugis makassar bahwa bahaya komunis Cina mengepung bangsa Indosesia, seharusnya pemuda sekarang dapat menghasilkan kode (semiotik) berupa naskah akademik mosi tidak percaya berbasis riset kepada pemerintah, karena jika tidak! itu tidak akan meyelesaikan masalah jika hanya berupa statement, karena hal itu tidak jamanya lagi merekomendasi pemerintah tapi harus menawarkan, sementara Indonesia sebagai multi nation berbeda dengan muli etnik di amerika, makanya indonesia terbentuk karena multi nations dan Negara ini banyak pemiliknya yakni para Bangsawan-bangsawan, sedangkan para bangsa cina yang memiliki otorias padahal mereka hanya pendatang”. Sesalnya

Lontaran saran yang sama, dari pengamat politk dan pemerintahan, Dr. Arqam Azikin bahwa harus mempertanyakan kinerja Imigrasi

“Rekonstruksi pemikiran untuk meghasilkan transformasi, harusnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pertanyakan ke Imigrasi tentang kenapa warga asal Cina bebas keluar masuk, karena itu sudah invasi”. Sarannya

Terpisah Ditemui Ketua Gerakan Pembangunan Sul-sel (Gerbang Sul-sel) Amrullah Anzar menanggapi invasi tersebut, bahwa yang dapat menepis ancaman ini di Sul-sel hanya dari pihak kepolisian, bahkan menurutnya sudah tepat Jendral Bintang dua tersebut memimpin Sul-sel kedepan demi mencegah invasi Cina di daerah ini

“Sudah tepat jika Burhanuddin Andi yang memimpin Sul-sel karena dia tau betul misi komunis Cina merengsek ke Indonesia, khususnya Sul-sel” tuturnya

loading...