Rektor UNM Layangkan Ultimatum Kejelasan Pengurus IKA

0
Rektor UNM Layangkan Ultimatum Kejelasan Pengurus IKA
Foto By : fajar.co.id

Supernews.id – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof. Husain Syam kembali melayangkan ultimatum kepada pegurus Ikatan Alumni (IKA) yang tidak mendapatkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan darinya dianggap ilegal

Hal tersebut disampaikan Husain saat ditemui menyatakan sikapnya terkait polemik yang menerpa paguyuban alumni kampus orange tersebut

“Akhirnya saya harus tegaskan kembali. Siapapun yang mengatasnamakan pengurus IKA UNM yang tidak di SK-kan dan dilantik oleh saya selaku Rektor UNM maka keberadaannya tidak sah atau tidak legal” ujarnya, saat ditemui dikediamanya, (30/12)

Baca Juga :

Lebih lanjut, Husain menerangkan jika ada kepengurusan IKA yang mengatasnamakan UNM sebagai insitusi induk tetapi enggan mengakui Surat Keputusan (SK) yang dilayangkan oleh Rektor maka ia menganggap hal tersebut menzolimi almamater, mestipun ada pihak yang beranggapan pengurus IKA tidak mesti di SK kan oleh rektor sendiri.

“Apabila ada kepengurusan IKA yang mengatasnamakan UNM sebagai institusi induknya tetapi tidak mengakui Rektor (karena tidak di-SK-an dan dilantik oleh Rektor) yang melahirkan maka ibaratnya anak yang tidak mengakui ibu kandung yang melahirkannya. Yang demikian itu dapat disebut anak durhaka yang oleh orang Minang menamakan “Si Maling Kundang” terangnya.

Tidak hanya itu orang nomor satu dilingkup kampus berlogo Pinisi tersebut, menilai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Ikatan Almuni UNM (IKA UNM) yang menyatakan tidak adanya kewenagan Rektro meng SK kan pengurus IKA itu sudah bersifat konvensi dan yurisprudensi.

“Kalau ada yang beralasan bahwa tidak ditemukan secara tersurat dalam AD/ART IKA UNM adanya kewenangan Rektor yang meng-SK-an dan melantik pengurus IKA UNM. Kewenangan Rektor dalam meng-SK-an dan melantik pengurus IKA bersifat otomatis/ex officio/given diperoleh atau melekat karena jabatannya sebagai Rektor  UNM siapapun rektornya. Hal seperti itu telah dipraktikkan kepada kepengurusan IKA UNM sebelumnya yang di-SK-an dan dilantik oleh Rektor dengan memedomani AD/ART yang sama. Praktik demikian sudah bersifat konvensi dan yurisprudensi.” tuturnya

Lalu iapun mempertanyakan keabsahan formatur yang meng SK kan pengurusnya

“Lalu apakah ada tersurat di AD/ART IKA UNM yang tegas menyatakan kepengurusan IKA UNM dapat di SK kan dan dilantik oleh Formatur? Apalagi formatur yang tidak jelas keanggotaannya karena ada yang namanya masuk formatur tapi tidak pernah setuju dirinya dijadikan formatur” tanyanya penuh rasa heran.

Bahkan Husain pun membantah pemberitaan dimedia belakangan ini yang menyatakan, bahwa dirinya selaku rektor telah mengambil alih paguyuban tersebut, akan tetapi menurutnya keterlibatan tersebut merupakan penyelamatan paguyuban dari konflik yang bersarang di tubuh IKA itu sendiri

“Dalam beberapa pemberitaan media dan perbincangan di kalangan kita terkesan atau dikesankan bahwa Rektor UNM mengambil alih kepengurusan IKA UNM. Perlu saya tegaskan bahwa yang saya ambil alih bukan kepengurusan IKA UNM tetapi mekanisme penyelesaian masalah atas kepengurusan IKA UNM. Itupun saya lakukan setelah tidak ada kesepakatan pihak-pihak yang tidak bersepakat dalam beberapa kali mediasi yang saya lakukan; mencermati pernyataan sepuluh ketua komisariat IKA UNM dan beberapa cabang, menerima hasil telaah Tim Penelaah dan masukan alumnus senior.” bantahnya.

Iapun mengharapkan kepada segenap alumnus UNM berhenti berpolemik atas lembaga IKA apalagi mencari cari pembenaran dengan cara yang tidak mendasar

“Sebagai Rektor saya sangat berharap IKA UNM kuat dan berkontribusi pada almamaternya, menghimbau alumnus untuk berhenti berpolemik atas masalah IKA apalagi mencari-cari pembenaran dan politisasi untuk melegitimasi keinginan yang tidak mendasar.” harapnya.

Terpisah, Wakil Rektor Dua (WR2) Universitas Negeri Makassar (UNM), Karta Jayadi menyatakan kepada pihak yang mengatasnamakan IKA UNM lantas tidak mendapat legalisasi dari pimpinanya, menurutnya hal tersebut adalah tindakan ilegal.

“IKA UNM adalah bagian dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Segala tindakan yg mengatasnamakan IKA UNM namun tak mendapat legalisasi dari Rektor UNM adalah tindakan ilegal. ” ucapnya

Karta pun menambahkan bahwa jika ada pihak yang menyangkal Rektor merupakan pemegang otoritas segala hal yang menyangkut institusi Universitas, maka menurutnya mereka gagal paham.

“Rektor UNM adalah pemegang otoritas untuk segala hal yang berkaitan dengan UNM. Penyangkalan terhadap otoritas rektor beserta seluruh tindakan yang mengikutinya adalah kegagalan paham dan logika yang akut. ” nyatanya

Bahkan Karta pun menalarkan Anggapan Rektor bahwa dia sekedar menunjukan proses dan keputusan yang menyangkut IKA pada mei tempo lalu adalah cacat karena tidak menggunakan menggunakan sistem One Man One Vote.

“Hasil kajian saya, proses dan keputusan Mubes IKA pada pada bulan Mei 2016 yang lalu adalah cacat. Atas pertimbangan tersebut saya mengambil langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kehormatan UNM dan IKA dan merancang peta jalan agar IKA bisa menjawab masa depan sebuah organisasi yang modern. Salah satunya, menggunakan sistem One Man One Vote” bebernya.

Hingga iapun memastikan kampus dan IKA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dimata hukum, tidak hanya itu iapun mengecam pihak pihak yang memasakan kehendak diatas kepentingan jangka pendek dan mengorbankan kepentingan Almamater

Saya harus memastikan UNM dan IKA sebagai bagian yang tak terpisahkan berada dalam koridor mekanisme dan hukum yang benar demi kehormatan almamater. Untuk itu, saya tak akan melayani segala bentuk tindakan dan tekanan dari para pihak yg mencoba memaksakan kehendak untuk kepentingan jangka pendek mereka” kecamnya.

loading...