Akibat Salah Paham dengan Pihak Sekolah, Dua Wartawan Hingga Kini Masih Mendekap Dalam Penjara

0
213

Lampung Utara, Supernews.id – Kesalahan pahaman kemitraan yang terjadi antara wartawan dan sekolah di Lampung Utara berbuntut panjang dan hingga kini masih mendekam di rumah tahanan kelas 11 B meskipun sudah ada kesepakatan damai antara kedua belah pihak.

Kejadian ini berawal dari kedatangan dua wartawan tertanggal 05 april 2019 dengan tujuan ingin mengkonfirmasi terkait hubungan kemitraan antara salah satu perusahaan yang bergerak di bidang media cetak dan online dengan pihak SMK Nasinonal kota bumi.

Diketahui, kerja sama kedua belah pihak terjadi sejak tahun 2017 dengan kesepakatan dan perjanjian diatas matrai.

Diketahui kedua wartawan tersebut bekerja sebagai kepala biro di dua media nasional yakni fran klin dan juwaeni ahmad sebagai wartawan nasional dari media lidikkrimsus news, PT. Bhayangkara utama, sergapreborn.id dan dari metropolitan.

Disaat kedua wartawan tersebut hendak mengkonfirmasi terkait kerja sama antara pihak media dengan sekolah, datanglah personil dari polres lampung utara yang kemudian ingin menangkap kedua wartawan tersebut.

Kedua wartawan dengan personil polres tersebut pun bersitegang dan sempat adu mulut sebelum kedua wartawan tersebut digelandang ke polres lampung utara bersama dengan kepala sekolah dengan niat untuk menyelesaikan kasus tersebut dengan musyawarah di kantor polres lampung utara, senin 21/04/2019.

Tetapi sesampainya di kantor polres lampung utara, aparat kepolisian melakukan gelar perkara yang kemudian hasilnya menyebutkan bahwa pihak wartawan yang melakukan kesalahan dan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan penipuan serta pemerasan. Kedua wartawan tersebut pun langsung dijebloskan kedalam tahanan setelah kurang lebih 14 jam di BAP oleh aparat polres lampung utara.

Setelah tiga hari mendekam dalam tahanan, kedua wartawan tersebut dipindahkan ke rutan kelas 2 B kota bumi lampung utara.

Fran yang juga salah satu wartawan yang ditangkap aparat kepolisian pun angkat bicara.

“Saya berharap kepada kapolres lampung utara agar dapat membantu menyelesaikan kesalah pahaman antara kami sebagai wartawan dengan pihak sekolah,” ujarnya.

Dia menganggap bahwa kejadian tersebut murni kesalah pahaman dan keduanya telah melakukan musyawarah perdamaian diatas surat yang telah disepakati bersama.

“Tolong selesaikan kesalah pahaman ini, karena ini kejadian ini jelas menggagggu aktivitas kami sebagai jurnalis,” tegas fran.

Kedua wartawan tersebut pun berharap kepada kapolri agar bisa melirik permasalahan tersebut.

“Saya sangat berharap kepada pak Tito sebagai kapolri agar dapat membantu membebaskan kami dari penjara karena ini murni kesalah pahaman dan kami telah berdamai dengan pihak SMK Nasional kota bumi lampung utara,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here