Aparat zholim, Badko HMI Jabodetabeka Banten Kobarkan Semangat Perlawanan

0
138

Jakarta, Supernews.id – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka-Banten mengecam tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi 22 mei 2019.

Hal tersebut dipertegas Ketua Umum Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jabodetabeka-Banten Hendra Djatmiko menyatakan bahwa HMI akan melawan segala bentuk kezholiman dan membela hak – hak rakyat indonesia.

“HMI adalah Organiasi Perjuangan, jadi sudah sewajarnya saya selaku ketua umum badko jabodetabeka-Banten akan terus mengawal proses demokrasi yang terjadi, dan turun aksi apalagi jika ada kezholiman maka jiwa dan raga saya akan terpanggil,” ujarnya saat diwawancarai di sarinah lokasi Aksi 22 mei 2019

Hendra pun menyayangkan kejadian tindakan represif aparat kepolisian terhadap gerakan aksi rakyat yang telah menelan korban jiwa.

“Saya sangat miris melihat kondisi para demonstran, tanggal 21 mei terdapat 6 orang meninggal pada aksi tersebut. Oleh karena itu saya serukan kepada seluruh kader jabodetabeka-banten untuk turun aksi,” tuturnya.

Disisi lain Hendra juga menyatakan pada aksi semalam terdapat sejumlah kader himpunan mahasiswa islam mendapat serangan perluru karet dari aparat kepolisian.

“Beberapa kader HMI yang melakukan aksi mendapat perlakuan zholim dari aparat kepolisian bahkan beberapa diantaranya mendapat serangan peluru karet. Tindakan aparat kepolisian ini sudah tidak menjunjung asas dan nilai – nilai kemanusiaan,” katanya.

Hendra pun menyatakan Badko HMI Jabodetabeka-Banten akan kembali turun aksi sampai keadilan terhadap rakyat terpenuhi.

“Hadirnya kami ditengah massa aksi bukan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan, tetapi kami hadir dalam rangka menyuarakan suara rakyat yang menginginkan keadilan. Sambutan dari aparat terhadap aksi malam ini mempertegas posisi mereka dan memberikan perlakuan yang tidak baik sehingga korban kembali berjatuhan dari pihak peserta aksi,” tegasnya.

“Jika kejadian ini terus terjadi, maka kami akan kembali turun aksi dengan tujuan bukan untuk memecah belah, tapi menyuarakan agar keadilan ditegakkan dan jangan sampai lagi ada korban,” pangkasnya.

Untuk diketahui, Aksi yang diusung badko HMI jabodetabeka banten adalah Berijtihad konsitusional yang dimulai dari siang hingga malam hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here