Dianggap Gagal Antisipasi Kericuhan Massa, PB HMI Minta Kapolri Mundur

0
159

Jakarta, Supernews.id – Aksi Demonstrasi di Jakarta berbuntut panjang setelah menewaskan beberapa orang serta melukai beberapa peserta aksi pada tanggal 21 dan 22 mei 2019.

Hal tersebut dipicu oleh tindakan represif aparat kepolisian yang melakukan pembubaran paksa dengan menembakkan gas air mata ke arah peserta aksi 21 dan 22 mei 2019.

Tindakan membabi buta tersebut pun ditanggapi keras Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Melalui Ketua HMI Bidang Pertahanan dan Keamanan Edy Sofyan, PB HMI menganggap bahwa perlakukan aparat kepolisian kepada peserta aksi sudah tidak berperikemanusiaan.

“Apa yang dilakukan aparat kepolisian terhadap peserta aksi 21 dan 22 mei 2019 sudah keterlaluan dan menunjukkan sikap tidak berperikemanusiaan. Hal tersebut dapat dilihat dari tewasnya beberapa peserta aksi dan lainnya mendapatkan luka akibat tindakan aparat kepolisian tersebut,” ujarnya saat diminta keterangan mengenai sikap PB HMI, Jum’at (24/05).

Edy pun meminta pertanggung jawaban Kapolri Jendral Tito Karnavian atas tindakan represif aparat kepolisian kepada peserta aksi.

“Kapolri harus tertanggung jawab penuh terhadap tragedi naas ini. Oleh karena itu, PB HMI meminta Kapolri untuk turun dari jabatannya karena gagal dan lalai mengantisipasi kericuhan di jakarta,” tegasnya.

Edy juga meminta kepada pemerintah untuk mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap peserta aksi di jakarta.

“Pemerintah harus turun tangan dan mengusut tuntas pelaku kekerasan terhadap peserta aksi. Bila perlu para pelaku kekerasan tersebut dicopot keanggotaannya sebagai aparat kepolisian,” tuturnya.

Dilain sisi, Edy juga meminta kepada elite politik untuk segera melakukan rekonsiliasi menyikapi tragedi di jakarta untuk menghindari potensi meluasnya konflik di masyarakat pasca pemilu 2019.

“Para elite harus duduk bersama menyikapi kejadian ini agar kejadian tersebut tidak meluas ke berbagai daerah. Ini langkah kongkrit untuk bersama – sama menjaga keutuhan bangsa dan potensi perpecahan pasca pemilu 2019,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here