HMI Merespon Gejolak Pelaksanaan Pemilu 2019.

0
201

Jakarta, Supernews.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka – Banten merespon berbagai gejolak yang terjadi sebelum pelaksanaan pesta Demokrasi tanggal 17 April 2019 yang akan dilaksanakan secara serentak.

Hendra yang juga merupakan Ketua Umum HMI Jabodetabeka – Banten menghimbau kepada seluruh elemen yang terlibat dalam pesta Demokrasi tersebut untuk menjunjung tinggi aturan main yang terdapat pada pelaksanaan pesta.

“Perjalanan menuju pesta Demokrasi 2019 di Indonesia sedikit banyak menimbulkan polemik yang dapat memecah belah bangsa,” kata hendra saat diwawancarai secara langsung, sabtu (13/04).

Hendra pun menghimbau kepada penyelenggara pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu untuk menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.

“Kita minta KPU dan Bawaslu menjalankan tugasnya sebagaimana yang diatur dalam Undang – Undang dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan pemilu. Jika ada kesalahan dan pelanggaran, kami minta KPU dan Bawaslu menindak lanjuti sesuai aturan yang berlaku,” lanjut Hendra.

Selain menghimbau penyelenggara pemilu, hendra juga memberikan seruan kepada para tim sukses dan calon pemimpin bangsa.

“Saya juga menghimbau kepada masing – masing paslon dan tim kampanyenya untuk memberikan edukasi politik, bukan sekedar menebar ketakutan apalagi menggunakan istilah – istilah yang dapat memecah belah masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Ketua HMI Jabodetabeka – Banten tersebut juga meminta kepada DPR untuk terlibat dalam pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu.

“DPR adalah lembaga legislatif yang salah satu tugasnya adalah mengawasi jalannya kerja – kerja eksekutif. Jika dalam penyelenggaraan pemilu terjadi kecurangan, maka DPR harus memanggil pihak penyelenggara pemilu,” tutur Hendra.

Hendra pun berharap penyelenggaraan pemilu 2019 berjalan jujur dan adil sehingga akan menghasilkan keamanan dan kedamaian dalam pesta demokrasi.

“Harapannya penyelenggaraan pemilu ini bersifat jujur dan adil sehingga akan menimbulkan keamanan dan kedamaian serta menghindarkan bangsa ini dari perpecahan,” harapnya.

“Jika penyelenggaraan pemilu tidak jujur dan adil, maka dapat menimbulkan keresahan terhadap masyarakat dan berpotensi mengakibatkan kekacauan terhadap bangsa,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here