Kecewa Dengan Sikap Diamnya PB HMI, Badko Jabodetabeka-Banten Gelar Aksi Ijtihad Konstitusi

0
104

JAKARTA, Supernews.id – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI)Jabodetabeka-Banten menggelar aksi ‘Ijtihad Konstitusi Pasca Pemilu 2019’ untuk menyuarakan keadilan demokrasi, di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada Rabu (22/5). Ia juga mengaku kecewa terhadap Pengurus Besar (PB HMI) karena tidak turun aksi.

Ketua Umum Badko HMI Jabdetabeka-Banten Hendra Purwanto mengatakan, aksi ini sebagai bentuk keresahan kader HMI se-Indonesia, karena PB HMI, baik pihak Arya Kharisma ataupun Saddam Aljihad tidak memberikan kepastian turun aksi.

“Kami kader HMI tidak bisa tinggal diam melihat kondisi negara yang sedang genting. Harusnya PB HMI melihat dan menjawab keresahan kader dengan memberikan statment yang tegas bukan malah bercumbu dengan kekuasaan,” kata Hendra.

Untuk di internal PB HMI, Hendra menyesalkan karena tidak ada intruksi dari PB terkait hal ini. Sedangkan sudah banyak korban berjatuhan mulai dari pemilu hingga aksi hari ini.

“Kami kecewa karena PB HMI sudah buta terhadap kondisi bangsa dan kemanusiaan. Sebagai Induk organisasi harusnya PB HMI merespon gejolak yang terjadi yang dialami masyarakat yang menyuarakan aspirasinya,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada siang hingga malam hari ini (22/5), Badko HMI Jabdetabeka-Banten menggelar aksinya karena Pemilu serentak 2019 dianggap gagal dan banyak memakan korban jiwa.

“Berdasarkan data yang kami dapat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) terdapat 527 orang yang meninggal dan 11.293 orang mengalami sakit. Apakah penyebab misterius kematian mereka? Oleh karena itu kami meminta agar pemerintah membentuk TIM untuk meyelediki penyebab kematian dan sakitnya (KPPS) tersebut sebagai bentuk kemanusian bersama,” katanya saat dihubungi media Supernews.id, Rabu (22/5).

Ia juga menegaskan untuk diadakannya rekonsiliasi guna menjaga kondusifitas negara. “Para Tim Sukses 01 dan 02 harus menunjukkan sikap sebagai seorang Negerawan, serta membangun konsolidasi rekonsialiasi nasional,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here