PAM Jaya Ingatkan Elite Politik Menjelang Pesta Demokrasi 2019

0
112

Jakarta, Supernews.id – Sejumlah OKP yang tergabung dalam pergerakan aktivis menteng-Jaya (PAM-Jaya) mengadakan Konprensi pers di asrama Sunan giri Rawamangun.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Jabodetabeka Banten, Hendra Purwanto kondisi menjelang pemilihan umum 2019 dinilai sangat memprihatinkan karena banyak pelanggaran yang terjadi, tentu membuat masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta menjadi gelisah untuk pergi ke tempat pemungutan suara.

“Akhir – akhir ini, sangatlah banyak persoalan-persoalan yang justrutidak elok untuk disampaikan maupun disimak oleh kalangan masyarakat Indonesia, di mana para masing2 tim kampanye tidak memberikan edukasi yang baik, justru malah saling menyerang, hal ini bisa berdampak kepada benturan dimasyarakat,” kata Hendra, Jumat (12/4), saat acara Sekolah Kebangsaan Tema Perlukah People Power…Demokrasi?, di Asrama Sunan Giri Rawamangun, Jakarta Timur.

Adapun banyak isu yang digunakan oleh oknum elit politik untuk mendapatkan simpati rakyat dan untuk menjatuhkan lawan tandingnya, isu Hoax, ujaran kebencian menjadi isu komoditif yang sangat laku di kalangan masyarakat.

Hal terbaru dan sangat menggegerkan, pernyataan seorang dewan pembina partai Bapak Amien Rais yang menyatakan terkait people power yang sempat viral di dunia maya dan media sosial.

“Dengan ada informasi kecurangan menjelang pemilu 2019, Kita sebagai warga negara yang baik harus melaporkan tindakan kecurangan tersebut karena seperti yang kita ketahui bersama negara ini merupakan negara hukum, maka pihak penyelenggara mesti melaksanakan tugasnya berdasarkan aturan hukum serta tindak tegas jika ada kecurangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Pusat, Jacky mengungkapkan mendorong pemilu yang demokratis serta independen aparat-aparat negara. Memberikan kepercayaan kepada lembaga-lembaga terkait dan bila pun nanti ada kecurangan-kecurangan yang terjadi dalam pemilu kali ini, kita harus percayakan kepada aparat-aparat penegak hukum yang memilik kewenangan terkait hal tersebut.

“Apabila proses hukum tidak dijalankan dengan baik hal ini berdampak kepada proses pemilu, dimana masyarakat tidak akan percaya lagi dengan pemilu karena adanya bentuk2 kecurangan ,” kata Bung Jack.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Jimmy Juliand mengungkapkan kita berharap adanya stabilitas politik setelah 17 April nanti.

“Upaya people power ini, adalah upaya terakhir. Menurut kajian kami people power ini juga menimbulkan pergesekan di kalangan masyarakat, kami Mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak takut datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, turut menghadirkan yaitu Ketua Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (OKP), Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Jabodetabeka Banten, Hendra Purwanto, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Pusat, Jacky Jamrewav, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC PMII DKI Jakarta), Syaiful Lonthor, Aktivis Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIKMAHBUDHI), Wiryawan, Ketua Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), Yaser, Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI), Nara Asnanda, Ketua Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Serikat Islam (PW PERISAI DKI), Fikrie Firdauzi, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Jimmy Juliand, Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Persatuan Islam (Persis), Ilham Nurhidayatullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here