Soal Ancaman Teroris Jelang Penetapan Pemilu 2019, PB HMI: Jika Terjadi Kapolri Harus Mundur

0
130

Jakarta, Supernews.id – Jelang penetapan hasil pemilihan umum 2019 (Pilpres dan Pileg), muncul ancaman teroris akan melakukan aksinya di beberapa titik yang dianggap vital di jakarta. Bahkan disepanjang mei 2019 sudah 29 tersangka yang ditangkap yang diindikasikan akan melakukan aksi teror yang dimana 18 diantara mereka diindikasikan akan melakukan aksi teror pada saat pengumuman hasil pemilu tertanggal 22 mei 2019.

Salah satu tersangka inisial AR berujar akan melancarkan aksi terornya di kantor KPU Pusat dengan meledakkan 6 bom High Explosive pada saat menjelang penetapan hasil pemilu 2019.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam pun angkat bicara mengenai penangkapan teroris di beberapa daerah dan adanya ancaman teror serta bom pada saat menjelang penetapan hasil pemilu 2019 di kantor KPU Pusat.

Ketua HMI Bidang Pertahanan dan Keamanan, Edy Sofyan saat diminta keterangannya, minggu (19/05) mengungkapkan bahwa ancaman teroris menjelang penetapan pemilu 2019 bukanlah ancaman yang harus dipandang sebelah mata.

“Ini ancaman serius dan harus segera diantisipasi sebelum mereka melancarkan aksi terornya pada saat menjelang penetapan hasil pemilu 2019 di Kantor KPU Pusat,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Edy ini pun menghimbau kepada Polri untuk segera mencari jejak – jejak para pelaku teror tersebut untuk mengantisipasi aksi teror yang mereka rencanakan.

“Polri harus segera melacak keberadaan teroris yang masih berkeliaran agar dapat mencegah niatan mereka melakukan aksi terorisme di tempat – tempat vital menjelang pengumuman hasil pemilu 2019,” terangnya.

Edy pun mengingatkan jika terjadi aksi terorisme menjelang dan pada saat penetapan hasil pemilu 2019, Kapolri harus mundur dari jabatannya.

“Jika aksi terorisme benar – benar terjadi nanti, maka Kapolri harus mundur dari jabatannya karena lalai dan gagal menjalankan tugas mengantisipasi ancaman teror pada saat menjelang dan penetapan hasil pemilu 2019,” tegasnya.

Dilain sisi, Edy juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat indonesia untuk tidak panik dengan adanya berbagai ancaman teroris dan meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas dan rutinitasnya.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat indonesia khususnya yang tinggal di jakarta dan sekitarnya untuk tidak panik dengan berbagai ancaman teroris. Tetapi masyarakat juga jangan lengah dan bila ada tanda – tanda mencurigakan dari orang atau kelompok tertentu, silahkan masyarakat mengadukannya kepada pihak yang berwajib. Mari sama – sama kita jaga keamanan negara yang kita cintai ini,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here